Pendidikan untuk Semua: Kesempatan Beasiswa bagi Anak Keluarga Prasejahtera di Papua Tengah

|

February 15, 2026

Timika – Upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di Papua Tengah terus diperkuat. Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun melalui AAB Center membuka kesempatan beasiswa bagi siswa sekolah dasar (SD) guna membantu kebutuhan personal pendidikan mereka.

Kesempatan ini merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar yang difokuskan untuk meringankan beban biaya pendidikan siswa, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti pembelian buku, seragam, sepatu, serta alat tulis sekolah. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjaga semangat belajar anak-anak agar tetap tumbuh di tengah berbagai keterbatasan ekonomi keluarga.

Pengurus AAB Center, Toni Manurung, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan Papua Tengah yang lebih maju dan berdaya saing.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya, tetapi bentuk komitmen bersama untuk memastikan anak-anak Papua Tengah tetap bisa bersekolah dengan layak. Kami percaya setiap anak memiliki potensi besar yang harus dijaga dan didukung,” ujarnya, Sabtu (15/2).

Ia menambahkan, keterlibatan relawan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kepedulian sosial.

Adapun penerima beasiswa diprioritaskan bagi siswa tingkat SD dengan kriteria orang tua bukan ASN, TNI, maupun Polri, serta memiliki penghasilan di bawah Rp5.000.000 per bulan. Ketentuan ini disusun agar program tersebut dapat tersalurkan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan.

Proses pendaftaran dilakukan secara langsung di Kantor AAB Center yang beralamat di Jalan Sosial Nomor 23, Kelurahan Kebun Sirih, Kecamatan Mimika Baru. Calon penerima diwajibkan mengisi formulir pendaftaran, didampingi anggota Kawan Juang, serta membawa dokumen pendukung berupa fotokopi rapor yang memuat NISN dan NPSN, serta KIA atau Kartu Keluarga. Untuk keperluan dokumentasi, siswa juga diminta hadir mengenakan seragam sekolah.

Toni melanjutkan, sosialisasi beasiswa ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga di wilayah Mimika dan sekitarnya. Selain memberikan dukungan materiil, program ini juga menjadi ruang penguatan peran relawan dalam mengawal pendidikan anak-anak di Papua Tengah.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak anak-anak yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan biaya personal sekolah. Semoga dengan langkah kecil ini bisa menjadi gerakan besar dalam membangun generasi Papua Tengah yang cerdas, tangguh, dan berdaya di masa depan,” pungkasnya.

Isi form berikut untuk bergabung dengan kami

Pendaftaran berhasil!

Tim kami akan segera menghubungi anda untuk informasi lebih lanjutnya.

Hubungi Kami
Scan the code
Halo 👋

Terima kasih telah menghubungi kami

Salam hangat,
Kawan Juang