Seratus hari masa kerja Bupati dan Wakil Bupati Mimika menjadi momentum awal untuk melakukan pembenahan birokrasi secara menyeluruh. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis agar program pembangunan berjalan lebih terarah dan langsung dirasakan masyarakat.
Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alfian Akbar Balyanan, mengungkapkan bahwa penataan birokrasi adalah kunci utama agar Mimika bisa bergerak maju. Ia menilai selama ini banyak program terhambat karena birokrasi berjalan di tempat.
“Tantangan terbesar pemerintah sekarang adalah membenahi birokrasi. Tanpa fondasi yang kuat, program apapun akan sulit terealisasi,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Kamis (24/7).
Dalam 100 hari pertama, sejumlah inovasi pelayanan publik mulai diperkenalkan untuk mempermudah akses masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:
-
- Mimika Center, yang berfungsi sebagai pusat pengaduan masyarakat selama 24 jam.
- Mal Pelayanan Publik, mempersingkat waktu pengurusan administrasi kependudukan hanya dalam hitungan menit.
- Program Kesehatan SA ANTAR KO, yaitu layanan antar jemput pasien Orang Asli Papua (OAP) yang baru selesai dirawat di RSUD Mimika.
Langkah-langkah ini, kata Alfian, menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Kini warga tak perlu antre seharian hanya untuk satu dokumen. Semua serba cepat dan lebih tertib,” tuturnya.
Alfian juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi melalui perombakan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak tumpang tindih kewenangan. Selain itu, penempatan pejabat pun harus berdasarkan kompetensi, bukan sekadar kedekatan politik.
“Kalau pejabatnya profesional, maka kebijakan di lapangan juga lebih efektif. Kita tidak mau lagi ada program yang gagal hanya karena tidak ada koordinasi antarinstansi,” tegasnya.
Menurut Alfian, arah perubahan birokrasi Mimika mengikuti tiga unsur penting yang dijelaskan Lawrence Friedman, yaitu substansi, struktur, dan output.
Substansi berarti pembenahan regulasi dan kebijakan,
Struktur artinya pembenahan perangkat pelaksana,
Dan output adalah hasil nyata yang harus dirasakan langsung oleh warga.
“Hasilnya memang belum semua bisa dilihat sekarang. Tapi fondasinya sudah mulai terbentuk dengan baik. Ini jadi titik awal untuk perubahan Mimika ke arah yang lebih baik,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa pembangunan harus dimulai dari dalam.
“Kalau birokrasi kuat, pelayanan dasar berjalan lancar. Baru setelah itu kita bicara program-program besar,” pungkas Alfian.
ikuti kami di sosial media lainnya
Instagram : https://www.instagram.com/kawan_juang.or.id?igsh=MW8xNWJna2hldmxraw==
Tiktok : https://www.tiktok.com/@kawanjuang.or.id?_t=ZS-8yCxm42unWk&_r=1
Facebook : https://www.facebook.com/share/16cGyMeFRu/