Timika – Semangat kolaborasi dan penguatan peran generasi muda kembali ditegaskan melalui kegiatan Jumpa Kawan Bersama Kawan Juang yang digelar di Timika, Papua Tengah, pada Sabtu (14/2). Kegiatan ini menjadi ruang temu yang hangat dan partisipatif bagi relawan, komunitas lokal, serta penggerak sosial untuk memperdalam pemahaman tentang proses pemerintahan sekaligus memperkuat jejaring aspirasi masyarakat.
Mengusung tema “Membangun Peran dan Fungsi Generasi Muda yang Kreatif dan Inovatif, Menuju Timika yang Menyala”, Jumpa Kawan dirancang sebagai forum dialog dan peran strategis generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai fungsi kedewanan, meliputi legislasi, anggaran, dan pengawasan, serta tugas dan fungsi Komisi I DPRK Mimika. Selain itu, peserta juga diajak memahami mekanisme penyampaian aspirasi yang dapat ditindaklanjuti secara konkret, termasuk realitas proses politik dan birokrasi pemerintahan daerah.
Pengurus AAB Center, Rizki Fajariyanti mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi relawan agar lebih terorganisir, berbasis data, dan mampu mengawal isu-isu publik secara berkelanjutan.
“Diskusi kelompok dan sesi tanya jawab yang dihadirkan diharapkan dapat membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan isu prioritas di wilayah masing-masing, mulai dari persoalan pelayanan publik hingga kebutuhan pembangunan di tingkat distrik dan kelurahan,” ujarnya.
Rizki melanjutkan, kegiatan ini juga difokuskan pada pendataan dan penguatan database relawan. Ia menilai, langkah ini penting untuk membangun sistem koordinasi yang lebih rapi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan basis data yang terstruktur, diharapkan relawan dapat bergerak lebih efektif dalam menjembatani aspirasi warga kepada lembaga perwakilan rakyat,” imbuhnya.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Amandus menambahkan, melalui kegiatan ini, Kawan Juang menegaskan komitmennya untuk mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pendukung gerakan sosial, tetapi juga berperan aktif sebagai penghubung aspirasi dan pengawal kebijakan publik.
Ia menegaskan, dari ruang dialog yang sederhana, diharapkan lahir jejaring relawan yang solid, isu-isu prioritas yang terpetakan dengan jelas, serta rencana tindak lanjut yang konkret bagi pembangunan Timika ke depan.
“Kegiatan ini menjadi penanda bahwa partisipasi publik, khususnya anak muda, adalah fondasi penting bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan, responsif, dan berpihak pada kesejahteraan bersama” pungkas Amandus.