Timika – Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, politik tidak lagi cukup hanya berbicara tentang kekuasaan. Ia dituntut untuk kembali menyentuh sisi kemanusiaan, yaitu hadir, mendengar, dan bekerja bersama rakyat. Semangat inilah yang digaungkan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan 2026 dengan mengusung tema “Satyam Eva Jayate” sebagai ruang refleksi sekaligus konsolidasi arah perjuangan partai ke depan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika, Alfian Akbar Balyanan mengatakan, Rakernas tahun ini mencermati berbagai tantangan serius yang dihadapi bangsa, mulai dari kualitas demokrasi, keadilan sosial, hingga keberlanjutan lingkungan hidup. Situasi tersebut dinilai membutuhkan penguatan disiplin ideologi, soliditas organisasi, serta konsistensi perjuangan partai di semua tingkatan.
“Rakernas ini mengingatkan kita bahwa kekuatan partai tidak hanya pada struktur, tetapi kehadiran kader di tengah rakyat. Ideologi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Alfian di Timika, Rabu (4/2).
Sebagai tindak lanjut, Rakernas I PDI Perjuangan menetapkan sejumlah rekomendasi internal yang menjadi pedoman kerja seluruh kader dan struktur partai. Pada aspek internal, partai menaruh perhatian besar pada penguatan kehormatan dan disiplin organisasi melalui pembentukan Komite Etik dan Disiplin Partai, penerapan sistem penghargaan dan sanksi, serta peningkatan kesadaran etika kader di seluruh tingkatan.
Sementara itu, dalam bidang pemenangan pemilu, Rakernas menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan berbasis data. Partai mendorong peningkatan kapasitas electioneering (kapabilitas rancang bangun pemenangan pemilu), pelaksanaan survei berkala, pembinaan basis pemilih, serta pengawalan ketat seluruh tahapan pemilu. Target strategis ini diarahkan untuk menjaga dan meningkatkan perolehan suara serta kursi legislatif secara berkelanjutan.
Menurut Alfian, tantangan demokrasi, kesenjangan sosial, dan persoalan lingkungan tidak bisa dijawab dengan pendekatan formal semata. Dibutuhkan kader yang mampu mendengar, memahami, dan bergerak bersama rakyat, khususnya di daerah-daerah dengan dinamika sosial yang kompleks seperti Papua.
Ia menegaskan, bahwa kebenaran dan keberpihakan kepada rakyat harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah politik, serta meneruskan tekad partai untuk menempatkan kader bukan sekadar pelaksana struktur, melainkan sebagai penggerak nilai, penjaga moral politik, dan jembatan antara rakyat dan negara.
Pada Rakernas ini, lanjut Alfian, penguatan ideologi dan kaderisasi juga menjadi agenda utama. Ia menegaskan pentingnya sistem kaderisasi berjenjang yang terstruktur, mulai dari pendidikan politik dasar hingga pelatihan kepemimpinan dan manajerial bagi kader potensial, calon legislatif, serta kepala dan wakil kepala daerah.
Selain itu, di sektor pemerintahan, PDI Perjuangan menegaskan perannya sebagai kekuatan politik yang kritis, konstruktif, dan solutif. Rakernas mendorong penyusunan kebijakan politik strategis yang berpihak pada rakyat kecil, penguatan fungsi kontrol demokrasi, serta peningkatan kualitas komunikasi politik agar narasi perjuangan partai mudah dipahami masyarakat.
“Bagi kami di daerah, hasil Rakernas ini dapat menjadi kompas perjuangan. Kader harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar penonton. Politik harus memberi harapan dan rasa keadilan,” imbuh Alfian.
Lebih lanjut, Alfian menjelaskan, komitmen kerakyatan PDI Perjuangan juga tercermin dalam berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, seperti penguatan ekonomi rakyat dan UMKM, kedaulatan pangan, pendidikan dan kesehatan, kebudayaan, perlindungan kelompok rentan, ketenagakerjaan, perempuan dan anak, lingkungan hidup, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Tidak hanya itu. Partai juga memperkuat peran kebencanaan, jaminan sosial, dan advokasi hukum sebagai bentuk kehadiran nyata di tengah rakyat. Seluruh program tersebut diarahkan agar kader tidak hanya hadir secara struktural, tetapi juga menjadi penggerak dan pelayan kepentingan masyarakat di akar rumput,” tuturnya.
Alfian menegaskan, perjuangan politik adalah kerja panjang yang menuntut konsistensi, keberanian moral, dan kesetiaan pada rakyat.
“Kami di partai bertekad untuk terus berdiri di garis perjuangan rakyat, menjaga nilai-nilai kebangsaan, dan memastikan politik tetap menjadi alat perjuangan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.