MALUKU TENGGARA – Pergantian kepemimpinan di Ohoi Ad Ngurwul, Kecamatan Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, menjadi bagian dari keberlanjutan pemerintahan sekaligus momentum untuk kembali menegaskan pentingnya adat dalam kehidupan masyarakat. Hal ini ditandai dengan serah terima jabatan Kepala Ohoi dari penjabat sementara, Rustam Balyanan, kepada pejabat definitif, Lutfi Balyanan, pada Sabtu (31/10).
Prosesi tersebut dihadiri Sekretaris Ohoi, perangkat Ohoi, Badan Seniri Ohoi (BSO), serta masyarakat setempat. Selain menandai peralihan tanggung jawab kepemimpinan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal Lutfi Balyanan sebagai kepala ohoi yang akan menjalankan pemerintahan dan melanjutkan pelayanan kepada warga.
Dalam kesempatan tersebut, Lutfi mengingatkan bahwa adat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Ohoi Ad Ngurwul. Menurutnya, adat telah lebih dahulu menjadi landasan kehidupan masyarakat sebelum sistem pemerintahan hadir. Karena itu, keberadaan pemerintah tidak seharusnya berjalan sendiri, melainkan perlu saling terhubung dengan masyarakat, orang tua, dan para tokoh yang dituakan.
“Adat sudah ada lebih dahulu, baru kemudian masuknya pemerintahan. Kita harus saling mendukung satu sama lain. Masyarakat, pemerintah, orang tua, dan mereka yang dituakan harus bersatu dalam Ohoi Ad Ngurwul,” ujar Lutfi dalam sambutannya.
Ia juga menekankan, bahwa setiap persoalan dan keputusan yang menyangkut kehidupan ohoi perlu dibicarakan secara dewasa dengan mengedepankan musyawarah. Adat, menurutnya, harus tetap menjadi dasar dalam menentukan langkah bersama agar hubungan antarmasyarakat tetap terjaga.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Raja Mer Ohoi Nean, Ahmad Yani Rusbal. Ia menyoroti pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan memastikan setiap anggota keluarga tetap mendapatkan perhatian tanpa membedakan satu sama lain. Baginya, kebersamaan perlu diwujudkan melalui kepedulian dan kesediaan untuk saling membantu dalam berbagai keadaan.
Sementara itu, Kepala Marga, Jusuf Balyanan, mengajak seluruh keluarga yang hadir untuk turut mengambil bagian dalam keberlangsungan pemerintahan ohoi. Menurutnya, rasa kasih sayang dan kebersamaan yang terbangun di antara keluarga perlu menjadi modal untuk saling melengkapi dalam menjalankan tanggung jawab bersama.
“Keluarga yang hadir memiliki kasih sayang. Karena itu, marilah kita saling mengisi dalam pemerintahan ini,” imbuh Jusuf.
Pergantian kepala ohoi diharapkan menjadi awal untuk memperkuat keterlibatan seluruh warga dalam kehidupan Ohoi Ad Ngurwul. Keberlangsungan pemerintahan tidak hanya bergantung pada pemimpinnya, tetapi juga pada kesediaan masyarakat, perangkat adat, dan seluruh keluarga untuk saling mendukung. Dengan demikian, adat dan persaudaraan tetap menjadi bagian penting dalam setiap langkah membangun ohoi.